Kenapa ye ada sesetengah manusia suka berbohong? Meraka akan berasa gembira dan bahagia apabila berbohong. Pembohongan yang kerap menyebabkan mereka tak sedar mereka sedang berbohong. Kerap berbohong merupakan satu penyakit. Mesti ramai yang anda jumpa manusia yang spesis ini yang suka berbohong dan bercakap besar tentang segala-galanya kan.
Dari sumber yang diperolehi daripada sumber internet, jom baca ini:-
Mythomania Alias Si Tukang
Bohong!
(Source 1)
Mythomania adalah suatu kondisi
(mental) yang melibatkan orang berbohong secara kompulsif tanpa
motivasi yang jelas. Orang yang terkena mungkin akan percaya bahwa
kebohongan mereka sebagai kebenaran, dan kebenaran dapat dikembangkan
untuk menciptakan mitos agar berdamai dengan fakta lain.
Sementara pembohong patologis adalah
seseorang yang seringkali membumbui ceritanya sehingga orang tersebut
yakin akan mengesankan orang lain. Ini mungkin yang dikatakan bahwa
seorang pembohong patologis berbeda dari pembohong yang normal,
pembohong patologis percaya akan kebohongan yang dikatakannya adalah
benar setidaknya di depan umum dan 'memainkan' peran.
(Source 2)
Mythomania Syndrome
Terobsesi dengan Khayalan Tingkat
Tinggi
Pernahkah anda terobsesi atau
berkhayal untuk memiliki barang-barang mewah tapi tak mampu
mendapatkannya? Hati-hati, jika berlebihan hal ini bisa membuat jiwa
Anda tak sehat.
Mungkin hal ini memang pernah ada dalam
benak kita. Ingin mempunyai barang-barang serba mewah dan kehidupan
yang serba tercukupi. Hingga membuat kita suka berkhayal dan tanpa
disadari kita menyampaikan khayalan itu kepada orang lain. Terlalu
terobsesi hingga lupa diri dan tak menyesuaikan diri dengan kenyataan
yang ada. Tak jarang orang suka mengada-ada mengenai gaya hidupnya.
Ahli psikologi Zikri Neni Iska
mengatakan, jika suka berkhayal tingkat tinggi dan suka
mengaplikasikannya dalam dunia nyata atau bahkan sering menyampaikan
khayalan tersebut kepada orang lain, hal ini patut diwaspadai.
Contohnya, jika Anda suka mengatakan
pada teman, punya rumah di kawasan Pondok Indah, kenyataannya rumah
Anda di Cililitan. Hati-hati, hal ini bisa membawa pengaruh buruk
dalam hidup atau bahkan Anda bisa dicap sebagai pembohong dan
gangguan kejiwaan. Mereka yang suka melakukan kebohongan jauh lebih
banyak dari umumnya, maka hal ini dikatakan sebagai Pseudologia
Fantastica.
"Dan orang yang suka melakukan
kebohongan secara sadar dan suka membuat cerita khayalan, maka ini
disebut mengidap penyakit Mythomania,” ungkap dosen Psikologi ini.
Apa Itu Mythomania?
Mythomania adalah kecenderungan
berbohong untuk mengelabui orang lain dalam rangka membantu dirinya
sendiri mempercayai kebohongannya sendiri. Penyakit ini sudah lama
ada pada diri manusia. Apalagi penyakit ini merupakan kebohongan yang
terjadi secara terus-menerus dan berkelanjutan serta bisa dijadikan
suatu kebiasaan dalam diri seseorang.
Mythomania ini berbeda dengan
kebohongan yang dilakukan orang pada umumnya. Kebohongan yang
dilakukan diluar kesadarannya dan tak menyadari bahwa orang merasa
terganggu dengan kebohongannya itu. Karena bagi orang yang mengidap
‘penyakit’ ini merasa penting bagi dirinya untuk mendapat
pengakuan sekeliling terhadap dirinya. Mythomnia ini dapat dikatakan
sebagi suatusyndrome karena syndrome terdiri dari beberapa ciri
klinis, tanda-tanda, simtoma, fenomena atau karakter yang sering
muncul bersamaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Mythomania ini adalah kegagalan. Dalam hal ini, kegagalan yang
dimaksud adalah tidak tercapainya impian-impian seseorang yang sudah
lama ingin didapatkannya. Kegagalan yang berkepanjangan ini bisa
mengakibatkan seseorang berbuat seakan-akan nyata, namun sebaliknya.
Penyakit Berbahaya Mythomania
Mythomania bisa dikatakan penyakit
berbahaya. Sebab, yang mengidap penyakit ini akan dijauhi oleh orang
lain atau bahkan tidak punya teman dalam pergaulan.karena seseorang
yang mengidapnya memiliki psikis yang tidak menyadari akan
kebohongannya tersebut.
Salah satu cara untuk menghilangkan
penyakit ini adalah segera melakukan konsultasi kepada Psikiater
(ahli penyakit jiwa klinis yang dapat diterapi dengan obat-obatan).
Penyembuhan ini tidak dapat berlangsung secara cepat karena
membutuhkan proses yang lama dan berkelanjutan. Jika masih belum
dalam tahap penyakit, maka masih bisa melakukan konselor dengan
Psikolog.
Perlu diketahui jika penyakit ini tidak
hanya menyerang masyarakat perkotaam yang penuh tuntutan hidup serta
terbiasa berbaur dengan kehidupan mewah, tapi juga bisa menyerang
masyarakat pedesaan yang tidak dapat menyesuaikan potensi dirinya
dengan kenyataan yang ada. Dampak psikologis pengidap Mythomania ini
adalah timbulnya rasa frustasi yang tinggi berdasarkan pengalaman
mengalami kegagalan-kegagalan dari impian atau dambaannya.
Mythomania dapat diobati lewat cara
terapi dan konseling dengan psikiater untuk menemukan potensi
dasarnya dan impian-impian untuk disesuaikan dengan cita-cita hidup.
Jika metode ini belum tepat, maka perlu konseling untuk diberikan
paparan nyata yang harus diterimanya dan disesuaikan sehingga tidak
terlibat problema-problema atau frustasi. Bagi Anda yang mungkin
menemukan orang yang mengidap Mythomania, sarankanlah untuk segera
pergi ke psikiater. Karena kalau hanya berupa teguran, pasti tidak
akan berhasil. Perlu diingat, orang yang mangidap Mythomania ini
tidak sadar bahwa dirinya sedang berbohong.
